Sabtu, 06 September 2014
Situs Megalitikum Gunung Padang
Luas kompleks "bangunan" kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Sejarawan Belanda,N. J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949. Setelah sempat "terlupakan", pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi,
Sejarah
Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede. Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.
Namun tetap kita tak hanya cukup takjub dan bangga saja, melihat salah satu peninggalan sejarah yang dianggap paling berharga di dunia ini. Bukan hanya tugas pemerintah saja yang harus menjaga dan merawat peninggalan ini,
Kita sebagai mahkluk yang cinta akan keindahan pun harus ikut turut serta menjaga dan melestarikannya. Walaupun hanya sekedar aksi kecil guna melestarikan peninggalan leluhur kita.
(Dihimpun dari berbagai sumber)
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



Tidak ada komentar :
Posting Komentar